1.Dan Dibalik Rumah-rumah Kardus
Menempel
di tembok belakang mall
asap plastik dibakar
Serta air
mendidih dan kopi sasetan
digelas
bekas minuman
menghitung
berat kertas
Serta
plastik tadi siang
Dan besi
bekas beton reruntuhan
Menumpuk
di rumah-rumah kardus tepian jalan kereta.
Bau sampah
menyengat, namun simiskin tidur nyenyak
Dibalik
kardus bekas
Di sekitar
anak-anak telanjang dada bermain tutup botol
nenek tua menjemur nasi bekas
Dan
dibalik rumah-rumah kardus
menyusup
pendatang mencari pekerjaan
Yang
datang kemarin malam
Saat bus
malam tiba di Pulogadung
Mencoba
peruntungan
Jakarta
yang penuh ujian.
Rg
Bagus Warsono 2014
2.Jakarta Kawah Candradimuka
Tiba di
Stasiun Gambir
Panas
Jakarta terasa
Debu
ribuan kendaraan
Bau ketiak
penumpang
Pengemis
jalanan
Bocah-bocah
Pengamen Uku lele
Berseliweran
Jambret dan Copet
Kebakaran
pemukiman
Kebanjiran
musim tahunan
Sampah
menggunung
Tetap ke
Jakarta
Candradimuka
kehidupan
Walau
berteduh di bawah jembatan layang.
Rg
Bagus Warsono 2014
3.Siang di KRL
Siang di
KRL
Bersama
tas bahu
Yang
ditegur karena sesak
Dan pintu
KRL menjepit tangan-tangan tak sabar
Bergelatung
badan kecapaian
Menanti
stasiun kedua
Kereta
jalan AC bercampur bau badan
Menusuk
telinga
Hingga ibu
tua jatuh pingsan
Tangan-tangan
sosial membantu sebatas mampu
Kawan yang
duduk malah memalingkan muka
Tiba di
stasiun kedua
Dari luar
masuk seketika
Penumpang
berdesak
Ibu tua
nafas sesak
Kawan yang
duduk malah tambah berdesak
Stasiun
terakhir
Penumpang
turun
Dan Ibu
tua tergeletak
Kini AC
bercampur bau mayat.
Rg
Bagus Warsono 11-11-2013
4.Jakarta dan Banjir
Cerita
klasik sejak tahun 70-an
Budaya
yang menempel rutin di koran
Serta
acara repot tahunan
Bagi
gubernur yang rumahnya kebanjiran
Tak
diingat sebagai cerita kelahiran seseorang
Karena
Jakarta dan banjir
Teman
sepermainan.
Rg
Bagus Warsono 2014
5. Jakarta dan Macet
Untuk
sopir-sopir handal
Dengan sim
profesional
Putari
Jakarta
Selagi
tengah malam
Yang tak
beda situasi siang
Akupun
sulit menyebrang
Dan polisi
kejepit badan mobil
Kaca spion
berbenturan seperti berjabat tangan
Yang
dibuat dengan plastik pegas
Lecet
mobil baru beli kemarin
Mobil
derek siaga dijalan
Siapa
mogok sebagai santapan
Dibuang di
bengkel bengkel nakal
Sekaligus
dibesituakan
Derek saja
yang macet.
Rg
Bagus Warsono 2014
6. Jakarta dan Pengemis
Adalah
surga pengemis
Karena
receh tak berguna
Dimasa
negara kehilangan rupiah
Pengemis
menjadi pahlawan
Yang mampu
mengurangi pengangguran.
Rg
Bagus Warsono 2014
7.Jakarta dan Pedagang Kaki Lima
Menutupi
toko madya
Dan kios
obat
Dengan
tenda darurat
Yang siap
kabur jika didamprat
peluit
panjang kode penyelamatan
kode
khusus kaki lima
Lampak
sembarang
Dlebug
pakaian atau barang dagangan
Siap
angkut atau gulung tikar.
Rg
Bagus Warsono 2014
8.Siapa Suruh Datang Jakarta
Jika tak
dapat berlaga
Kembalilah
pulang dengan tantangan sebaya
Biarkan
Jakarta sendiri
Agar kau
bisa nyenyak
Jika tak
dapat makan
Segera
berkemas benahi diri
Kampung
halaman
Yang
makmur beras palawija
Kenapa
ditinggalkan
Jika tak
dapat tempat
Jangan
paksakan badan mengecil
Tidur di
kolong jebatan layang
Atau
panggung bambu tepi sungai
Kembalilah
pulang.
Rg
Bagus Warsono 2014
9. Sampah Jakarta
Sampah
Jakarta
Bukan
gelas plastik air mineral
Tapi bayi
merah tadi malam
Sampah
Jakarta
Bukan
kertas pembungkus nasi
Tapi
potongan orgam muntilasi
Sampah
Jakarta
Pagi ini
Bendera
partai dan plastik spanduk yang tak laku dijual
Sampah
Jakarta sore ini
Kamera
pecah dan sepatu sebuah
Yang
terpisah dari pasangannya
Sampah
Jakarta bukan sampah dapur ibu memasak.
Rg
Bagus Warsono 2014
10.Jakarta 2014
Gelanggang
perang
Digelar
Dengan
genderang kemenangan
Dan sorak
mengelukan petarung pujaan
Serta
umbul-umbul
Ronce
Dan panji kebesaran
Mengibarkan
kesatuan mereka
Perang
tlah dimulai
Dengan
senjata yang lebih dasyat
Dari bom
nuklir
Dan
ibu-ibu membunyikan alat dapur
Yang biasa
merajang bumbu dapur
Irus dan
panci untuk menanak sayur
Ikut juga
berperang
Entah apa
diidamkan
Dari
perang yang tak berkesudahan
Hanya
panggung
Sandiwara
lenong Betawi
Dan bubar
di tengah malam.
Rg
Bagus Warsono 2014
11. Bibawah Jembatan Layang
Di bawah jembatan layang berteduh
Orang-orang
urban pencari rizki ibukota
Pengemis,
pengamen, pedagang asongan, dan
gerobak
dorong
Sekadar
mengusap keringat
Dengan
oblong yang dipakainya
Tampak
nenek tua menghitung uang receh
Pengamen
kecil menghisap rokok
Pedagang
asongan tidur mendekap dagangan
Botol
minuman isi ulang
Dan
pedagang gorengan melayani pembeli teman sendiri
Di bawah
Jembatan Layang
Dibawah
hingar kendaraan
Jakarta
nan malang
Dipenuhi
orang-orang urban
Mencari
rezeki untuk hidup mereka
Rg
Bagus Warsono 2014
12. Menanti di Halte Busway
Seakan
diburu waktu
Teman
sekantor di busway tadi
Meninggalkan
aku yang kalah berdesak
Jam tangan
malah membingungkan
Busway
didepan padat orang
Busway
hanya mampir sebentar
menurunkan
seorang
Teman
memberikan peluang
Ibu tua
yang kecapaian
Busway
perlahan berjalan meninggalkan
Tatapan
kosong penumpang sial
Rg
Bagus Warsono 2014
13.Parkir Kawasan
Di parkir
kawasan mobil berjajar
Menghabiskan
rupiah berjam-jam
Hanya
untuk menunggu majikan
Diparkir
kawasan ada ruang
Mobil
untuk istirahat
Yang capai
menanti kesempatan jalan
Meski
perlahan jalan
Macet
keterlaluan
Masuk
parkir kawasan
Istirahat mobil si kaya
Nyaris
cacat karena macet
Parkir
kawasan
Rizki
kemacetan.
Rg
Bagus Warsono 2014
14.Kilometer Taxi
Taxi
Antarkan
aku dalam kilometermu
naikan
argonya perkilometer
Agar aku
tak diputar-putar jalan
Sementara
argomu berjalan meski mobil tak bergerak
Macet di
setiap stopan
Taxi
Bukan bus
pantura
mengukur
jarak
Tapi
mengukur kantong-kantong kesasar
Jalanan
macet di setiap penyebrangan
Di taxi
sopir diam
Dan
argometer berkata
Jangan
marah bila di Jakarta
Sebab di
sini duit berbicara.
Rg
Bagus Warsono 2014
15. Antarkan Aku Ojeg
Senyum
tukang ojeg menghina Jakarta
Katanya
kamu sok metropolitan
Yang penuh
slogan
Jakarta
Huh !
Hanya kuli
panggul
Yng
keberatan dengan beton jembatan layang,
Dia ngacir
dengan seorang penupang
Melewati
celah-celah keberuntungan
Dengan
gagahnya melewati kemacetan
Mata
was-was salah jalan
Hampir
telat di kantor kementrian.
Rg
Bagus Warsono 2014
16. Antrian Bemo di
Stasiun Besar
Antrian
bemo di Stasiun Besar
Menunggu
tamu Jakarta turun kereta
Satu-satu
bemo menjemput tuan hendak bertarung nasib
Seperti
deru bemo
khas di tengah bising
Suara
nyaring di memasuki lorong kecil
Bukan mesin
tua
Pengganti
kuda
Sudah dua
kereta jawa tiba
Hanya dua
yang duduk di belakang roda tiga
Karena
ingin mengenal Jakarta
Bemo kedua
tiba menjemput tuan
hanya
tersenyum
melihat
bemper ala vespa
handuk
kecil semakin hitam
oleh
keringat dan asap teman
Kereta
jawa masih jauhkah.
Rg
Bagus Warsono 2014
17. Ada Warteg di Tengah Kota
Sarapan pagi
sisi
gedung sudut jalan
bukan
tanah pribadi
separuh
diatas irigasi
atap seng
dengan jelaga tebal
menanak
nasi
untuk
siapa saja di tengah kota
mengganjal
perut untuk sehari
oreg, tempe , tahu
sayur
lodeh ala Tegal
mengiringi
cerita warga jakarta
Rg
Bagus Warsono 2014
18.Bebek Goreng di Pinggir Jalan
Muncul di
sore hari
Dengan
tenda kumal
Pancaran
neon menerangi sambal
Untuk
bebek goreng di pinggir jalan
Dua tiga
jam
Hanya
tinggal dua potong sayap dan kepala
Dadamentok
dan paha
ampela dipesan sebelum tenda dibuka
tak apa
asal ada
lalap daun kemangi muda
Bebek
goreng di pinggir jalan
Resto
warga Jakarta
Rg
Bagus Warsono 2014
19.Jamu Gendong Pamitan
Langkah
gontai menggendong bakul
Sebilan
botol aneka jamu
Temu lawak
temu ireng
Sari awan
sari rapet
Asem kawak
daun asem
Dari
kencur hingga sereh
Jeruk
mipis kunir jahe
Botol
kosong laris manis
Mengobati
punggung pekerja
Terkena
rematik tulang
Pegal linu
sakit pinggang
Di
penghujung Ramadhan
Berkah
puasa kehidupan
Menabung
setahun untuk sebulan
hanya
Ratusan
ribu dalam stagen
Untuk
pulangh ke Jawa ramai-ramai.
Rg
Bagus Warsono 2014
20.Aku Kuli Bangunan
Datang
dari Indramayu mendukung Jakarta
Yang tak
henti pembangunan
Masih
membangun jembatan layang
Sejak
tahun tujuhpuluhan
Masih
membangun gedung bertingkat
Sejak Ali
Sadikin
Masih
membuat jalan
Sejak
bernama Batavia
Jakarta
tak henti pembangunan
Meberi
rizki kuli bangunan.
Rg
Bagus Warsono 2014
21. Sakit di Jakarta
Katakan
kepada urban
Jangan
sakit di Jakarta
Karena
disini tak menerima pasien melarat
Dan klinik
bukan plastik dapur yang bisa ditawar
Tak ada
dokter desa
Walau
praktek di puskesmas
Tak ada
rumah sakit rakyat
Walau
disebut rumah sakit umum
Tak ada
sopir ambulan
Yang
menjual bensin mobil kantor seperti di desa
Karena
ambulan travel khusus anti macet.
Kami butuh
orang kuat
Dan
berduit banyak
Bukan
kartu yang sehat.
Rg
Bagus Warsono 2014
22.Mati di Jakarta
Mati di
Jakarta
dengan
lebai profesional
mau yang
mahal atau yang vip
yang murah
dibuang dilautan
bayar
setengah tak dimandikan
hanya
kafan penutuip ayat
dikuburkan
dalam lubang darurat.
Rg
Bagus Warsono 2014
23.Ada petani Jakarta
Ada petani
Jakarta
Menanam
kemangi dan bayam cabut
Serta dan
kangkung jebrol
Tanaman
subur
Diatas
tanah gembur
Sepetak
luas pondasi gedung
Lalu
pindah tempat
Tanah urug
yang ditinggalkan
Karna
sengketa tak berkesudahan
Milik
petani Jakarta
Empat
puluh hari kerja
Panen daun
bawang muda.
Rg
Bagus Warsono 2014
24.Nelayan Jakarta
Orang-orang
pinggiran
Tinggal di
Muara Gembong
Nelayan
Jakarta
Yang
mengalah demi Ibukota
Tak
menuntut pantai
tak
menuntut pasar
Orang
orang berjiwa besar
Semakin
jauh di pantai Karawang
Dengan
bahasa betawi
Engkong,
dan Nyak
Yang
membuat gesek ikan
Memberi
makan tanah leluhurnya.
Rg
Bagus Warsono 2014
25.Kisah Penduduk Asli Jakarta
Yang
bertahan dengan gaya betawi lama
Rumah
prisma dengan ruang tamu separuh bangunan
Maklumlah
keluarga besar
Dan kursi
lenong dua pasang
Agar semua
duduk memandang keluar
Sambil
ngeteh manis
Di muk
besar
Engkong
,dan enyak menunggu waktu
Digusur
hingga perbatasan
Kini sudah
di Karawan
tak capai
memindah meja bundar
hanya bale
besar
sebagai
kursi tamu dan tempat tidur.
Rg
Bagus Warsono 2014
26.Tangerang apa Bekasi
Untuk
ekspansi
Tangerang
apa Bekasi
Jangan
menolak
Karena
Jakarta membagi rezeki
Mall dan
took swalayan
Kantor dan
pabrik
Agar tak
jauh ibukota
Sebagai
rezeki untuk tetangga Jakarta.
Rg
Bagus Warsono 2014
27.Lampak Pasar Baru
Lampak di
pasar baru
Yang
dibeli dari seorang preman
Pemilik
kekuasaan
Kaki lima
dan sepanjang trotoar
Dua meter
ukuran
Dan bias
menambah empat meter kedepan
Hingga
menutup jalan.
Rg
Bagus Warsono 2014
28.Biarkan Semrawut
Biarkan
semrawut
Untuk
menandai jakarta
Untuk
modal cerita
Biarkan
semrawut
Untuk
bahan diskusi
Dan
anggaran tahun depan
Sebagai
pekerjaan penelitian
Biarkan
semrawut
Lambang
ibukota sibuk
Tak
mengenal siang dan malam
Biarkan
semrawut
Agar tetap
tidak tidur.
Rg
Bagus Warsono 2014
29.Jalan Tol
Kenapa
menyediakan jalan untuk si kaya
Sedang
jalanku tertutup rintang duri
Serta
pentungan karet menakutkan
Karna tak
berpakaian wajar
Serta bau
badan
Memanjakan
sikaya dengan semilyar untuk satu penyangga jalan layang
Beton
bertulang
Sedang
jalanku kecil seukuran badan
Gang
sempit yang terjepit gedung tuan
Menancap
tiang beton
Menahan
beban jalan layang
Untuk
memberi kesan
Jakarta
yang metroipolitan
Rg
Bagus Warsono 2014
30.Kisah pedagang besi tua
Dengan
tibangan ditera bulan kemarin
Karena tak
mau spekulasi
Biar lama
asal pasti
Bangkai
mobil atau sepeda motor
Rongsokan
pagar kantor dibongkar
Atau besi
beton reruntuhan
Semua
dipilah menjadi bagian
Mahal dan
murah
Bagi
bandar pemulung besar
Yang
menanti pemulung
Siap
dengan uang.
Rg
Bagus Warsono 2014
31. Anak-anak Pemulung
Anak-anak
pemulung
Umur
belasan
Dengan
karung dibahu
Dan
rongsokan plastik pilihan
Menelusuri
kantor perumahan
Pasar dan
terminal
Dengan
besi caduk khas pemulung
Menelusuri
Jakarta
Mengisi
Jakarta
Membersihkan
Jakarta
Sampah
pilihan
Rg
Bagus Warsono 2014
32.Harga Satu Pohon
Harga satu
pohon mahoni di Jakarta
Ongkos
tanam dan ongkos tebang
Dan
daun-daun berantakan
Mengotori
jalan dan pekarangan tetangga
Lalu
menyuruh tukang sapu
Dan mobil
pengangkut sampah
Masih ada
akar yang belum terbuang
Ini bagian
tukang gali lubang
Pohon
kemudian ditanam
Dipelihara
dan disiram
Pagi sore
Semakin
besar
Membuat asri angkuhnya bangunan
Lalu
ditebang.
Rg
Bagus Warsono 2014
33.Kopyah di Kepala Koruptor
Menutup
rambut uban
Dan
ketombe debu jalan
Atau botak
karena tak terkena sinar matahari
Ada
disebunyikan rupiah dilempitan
Kopyah
tuan.
Rg
Bagus Warsono 2014
34.Sertifikat 20 m
Brosur
indah tawarkan rumah-rumah murah
Dengan
tipe kecil
Untuk
orang kecil
Kecil-kecil
Hanya ada
kamar kecil
Dan kamar
serbaguna
Dapur,
tidur, dan tamu
Dengan
sertifikat kecil
Yang
nyangkol di bank-bank kecil.
Rg
Bagus Warsono 2014
35.Penjual Serabi
Bi Sarjem
asal Indramayu
Penjual
serabi di Pasar Minggu
Buka fajar
dini
Hangat
oleh api pawon
Sehangat
mandi di hotel Indonesia
Menyediakan
sarapan pagi
dengan
cetakan teratur
se-irus
adonan beras kelapa
dengan
tembikar tujuh
satu
angkatan serabi pertama
untuk tuan
pelindung Bi Sarjem
sebagai
pajak lampak
Setiap
hari satu angkatan serabi
Sebagai
sarapan pagi
Dengan
suka hati
Asalkan
dagang jangan berhenti
Serabi
berhenti di jam sembilan pagi
Adonan
habis serabi laris
Bi Sarjem
penjual serabi
Sahabat
Jakarta
Dikenal
siapa saja
Mulai kuli
panggul sampai mahasiswa
Khas
tradisional di kota modern
Tanpa
pengawet
Serabi
untuk sarapan pagi ibukota.
Rg
Bagus Warsono 2014
36.Penjual Bandrek
Malam
dingin gerimis di rumah susun
Sepi
disinari lampu jalan
Mendekat
gerobak dorong pulang
Penjual
bandrek keliling
Dengan api
masih membara
Dari pawon
arang panci pemanas air
Sementara
mangkal di bawah tiang lampu jalan
Memejamkan
mata sesaat
Beberapa orang
kedinginan mendekat
Bandrek
dituang uap melayang
Memberi
tenaga teman yang bertarung
Peruntungan
di Jakarta
Rezki tak
mengenal waktu
tengah
malam buta.
Rg
Bagus Warsono 2014
37.Asongan Kopi saset
Menelusuri
jalan
Sepanjang
gedung
Sekuat
kaki
Dengan
sepeda dan empat termos air
Menanti
pembeli
Yang ingin
hemat di Jakarta
Susu,
kopi, the tubruk
Dalam
saset bermerk warna-warni
Tuan minum
apa?
Semua
slalu ada
Rg
Bagus Warsono 2014
38. Isi penuh tangki mobil pemadam kebakaran
Aku
perintahkan isi slalu tangki pemadam kebakaran
Dengan air
comberan
Agar api
cepat padam
Dimana
kebakaran
Dan parit
menjadi lancar
Lalu
semprotkan pada rumah yang belum terbakar
Dan api
takut bau comberan
Sebab
api berpindah tempat setiap waktu
Jika bara
tak dipadamkan
Api
melompat tanpa sebab
Karena
angin panas merasa sesak
Sampai
gedung dewan terhormat
Yang
menginginkan sejuk rimbun dan lebat
Dari abu
rumah kebakaran
Sepanjang
bantaran sungai.
Isi penuh tangki
pemadam kebakaran
Dengan
sirine panjang
Menuju
rumah-rumah tanpa majikan
terbakar dulu lalu pengakuan
rumah atau
gudang
Aku belum
terkena comberan
Mobil
pemadam tadi siang
Yang
membunuh api di perempatan,
Isi penuh
lagi tangki pemadam
Dengan air
comberan.
Rg
Bagus Warsono 2014
39.Semalam di Jakarta
Hati
bangga akan ibukota
Yang sibuk
sepanjang waktu
Hingga jam
rusak karena batu baterai melembung
Dan sorot
jutaan lampu mobil di jalan
Serta
bising mesin tua
Menambah
cerita semalam Jakarta
Menjadi
novel tak berkesudahan
Tamat
cerita sesudah mandi pagi.
Rg
Bagus Warsono 2014
40.Hujani Saja Dua
Jam Jakarta
Terik
membuat debu bertebaran bercampur
Asap rokok
yang mengepul dari sopir yang tiada henti .
Dan
puntung-puntung rokok menyumpal lubang air menuju selokan.
Dan
tangan-tangan yang mencintai kebersihan sembunyi-sembunyi membuang sapah di
saluran pembuangan sambil mata kesana-kemari
Karena
takut ditegur malu. Kemudian ibu-ibu membuang sampah di sungai malam hari agar
tak merepotkan petugas kebersihan.
Pemulung
pun mengobrak-abrik bak sampah mencari sesuatu.
Hingga
sampah berterbangan sampai taman-taman.
Dan
Petugas kebersihan merasa capai, daun kering
hanya dikumpulkan di sudut jalan
yang tak kelihatan.
Karena
upah tak seimbang memikul beban berat dan bau sampah.
Lalu truk
angkutan sampah telat datang dan hanya lewat di bak sampah besar.
Katanya,
baru saja pagi diambil.
Hujani
saja dua jam Jakarta
Air
menggenang jalanan menjadi sungai.
Rg
Bagus Warsono 2014
41.Puntung Rokok di Asbak Pintu Kantor
Puntung
Rokok di Asbak Pintu Kantor
lebih
separuh batang
karna tak
boleh santai sejenak
mengeluarkan
asap
membunuh
bara dengan kasar
meotong
batang panjang
rokok
kretek bapak
dan filter
nyonya-nyonya.
Rg
Bagus Warsono 2014
42.Jakarta Tak Tenggelam
Tenggelamkan
Jakarta dengan air laut Jawa
Perahu
nelayan berlabuh
Dan kapal
muat bersandar di dermaga
Keseberang
pulau
Jika
Jakarta lautan
Tak ada
yang bilang Jakarta kebanjiran.
Rg
Bagus Warsono 2014
43.Dolar Sopir Taxi
Ada dolar
di sopir taxi
Dari
pribumi bukan turis tempo hari
Yang turun
dari bandara
Lupa
membawa rupiah
Argo
melayang menghitung jalan
Dengan
rupiah dolanan
Dolar
diterima sopir taxi tertawa
Mau duit
macam mana
Tak ada
meteran argo bohong
Karena
mesin cermat
Seperti
sopir taxi kita
Mereka,
Mengira
Indonesia cerdas.
Rg
Bagus Warsono 2014
44.Peta Jakarta
Peta
Jakarta dibuat setiap tahun
Skala
kecil di atas meja
Lalu
diberi tanda
Agar peta
berganti nama
Peta
Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu
diberi lingkaran
telah
berganti nama
Peta
Jakarta dicetak ulang
Sampai ke
sekolah dasar
Anak-anak
menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak
ada .
Rg
Bagus Warsono 2014
45.Mengurug Tanah Jakarta
Dengan
pasir kali
dantruk
yang konvoy malam hari
Agar tanah
menjadi tinggi
Atau
lantai gedung terisi
Mengurug
tanah Jakarta setinggi bukit gunung
Sepanjang
tahun
Sehingga
pemukiman, gedung, kantor bersaing
Meninggikan
lantai Jakarta.
Rg
Bagus Warsono 2014
46.Raja Kos-kosan
Bang Jali
juragan kos-kosan
Katanya
memberi tumpangan para urban
Dengan
biaya standar
Kamarnya
semakin banyak
Bukan
karena membangun lahan
Hanya
menyekat ruang
Menjadi
dua kamar
Raja Kos
kosan
Tersenyum
di akhir bulan
Yang tak
bayar silahkan pulang
Karena
diganti orang yang tiba tadi malam
Raja
kos-kosan
Membuat
kamar ditingkat
Agar duit
berlipat.
Rg
Bagus Warsono 2014
47. Mati Lampu di Jakarta
Gelap
Dari di rumah-rumah keluarga miskin
dengan
pulsa sisa
dan
penerangan jalan umum
hanya
hiasan taman semata
serta
lampu-lampu pedagang tenda
bebek
goreng menunggu terang tiba
warung segan mebuka pintu
yang ada
hanya terang korek api
dan asap
rokok memutih di kegelapan
Ketika berteriak mati lampu
Jakarta
tersenyum
katanya
Siapa bisa
matikan lampu Jakarta
Karena
mall dan kantor tetap nyala
Listrik
cadangan mengalir seketika
Untuk
jakarta
Ketika
berteriak mati lampu
Rumah
orang-orang hina
Rg
Bagus Warsono 2014
48.Artis Ibukota
Palingkan
muka untuk Jakarta
Untuk apa
Percuma
Namun mata
tetap melirik
Karena ada
yang menarik
Hati ,
cita, dan cinta
Akan
sejarah bangsa
Bila
kalian di Jakarta
dikenang di hati pemirsa
sepanjang
masa.
Rg
Bagus Warsono 2014
49.Seniman Ibukota
Yang
mangkal di jalan-jalan
Belum ada
nasi hari ini
Dan heh
manis sarapan pagi
Sehingga
pagi sampai matahari berdiri
Kawan
datang mebawa nasi bungkus
Karena tak
tega makan sendiri
Bangun
tapi lupa mandi
Sore hari
tak ada pembeli
Atau tamu
mampir di kios
Sekadar
membagi rejeki
Karena
sebetulnya tak suka seni
Hanya iba
kepada insan seni
Rg
Bagus Warsono 2014
50.Mahasiswa Jakarta
Mahasiswa
Jakarta hanya di latar-latar
Gedung
pemerintah
Dengan
jaket almamater murah
Sebagai
kapus ilmiah
Jas sobek,
baju rowak-rawek
Oleh
tangan-tangan mengejar
Sepatu
jebol dan topi kotor
Terinjak
derap satpam
Menjadi
pengalaman ilmiah
Dengan
nilai A
Dan mereka
membuat angkatan
Sebagai
kebanggaan dan modal
Untuk
berlaga kemudian
Rg
Bagus Warsono 2014
51.Mendemo Pengamen
Agar
menyanyikan lagu nasional
Yang
jarang dinyanyikan di sekolah negeri
Karena bu
guru dan pak guru lupa
Notasi
angka
Pengamen
lebih mengena
Mengisi
suara dimana-mana
Celah
waktu stopan
Antara
halte bus kota
Peron
kereta listrik
Makan di
kaki lima
Sepanjang
jalan macet
Yuk
mendemo pengamen
Agar
menyanyikan lagu jiwa
Karakter
bangsa kita
Rg
Bagus Warsono 2014
52.Mencari Orang Hilang di Jakarta
Mencari
orang di lapangan rumput
Dengan
batret berbatu enam
Kecoa,
jangkrik , cacing dan kelabang
Sampai
ular besar
Orang
dicari tak ditemukan
Lalu kita
bertanya pada lalu lalang
Hanya
mengangguk
Dan
menghilang
Lalu
melapor pada aparat
Katanya,
Nah ini
orang hilangnya ketemu.
Dimana?
Kamu?
Rg
Bagus Warsono 2014
53.Ayam Goreng
Dari
peternak yang mana
Ayam
goreng hari ini
Dan bumbu
Jakarta ala Lamongan
Yang
diramu orang Tegal
Ayam
goreng Jakarta
Lalap
kemangi daun muda
Kebun
petani Losari
Di tanah
kebun yang baru dipondasi
Ayam
goreng hari ini
Dan kulit
jeruk sambal di mangkuk cuci tangan
Dari pasar
swalayan
Untuk ayam
goreng Jakarta hari ini
Bau bahan
pengawet
Karena
dikirim dari luar negeri
Ayam
goreng hari ini
Dibilang
ayam kampung negeri.
Rg
Bagus Warsono 2014
54. Kerak Telor
Jakarta
dan Kerak telor
Seperti
makanan anak kecil
Menjadi
budaya
Jakarta
Menunggu
kapan
Menunggu
kerak telor
Diangkat
dari penggorengan
Lalu
ditelan
Tanpa sisa
Dan
Kembali
adonan kerak telor
Menunggu
gosong sesisi
Lalu
diibalik sisi lain
dan menjadi
budaya
kerak
telor.
Rg
Bagus Warsono 2014
55.Berita Pagi , Sore Ada Lagi
Canda pagi
ibu-ibu
Di gerobak
sayur
Tragedi
malam di berita pagi
Aneka raut
mendengar sajian actual
Mulut
belum mandi
Hanya
ekspresi sementara
Sampai
masak selesai
Sore
terdengar berita
Tragedy
gerobak sayur
Lalu ibu
tersenyum
Agar malam
bisa tidur
Dan berita
pagi
seperti
Sarapan
setiap hari.
Rg
Bagus Warsono 2014
56.Sarung Betawi
Untuk apa
sarung betawi
Menghias
celana panjang
Hanya
menandakan
Separuh
tradisional
Yang tak
mau tinggalkan
Budaya
luhur si Jampang
Sarung
betawi sebagai hiasan
Lambang
priyayi berpendidikan
Sehingga
dilicin rapih
Dengan
lempitan menawan
Dijepit
sabuk jawara
Sebagai
Sarung betawi.
Rg
Bagus Warsono 2014