Jakarta Tak Mau Pindah



Judul : Jakarta Tak Mau Pindah
No. ISBN : 978-602-281-077-3
Penyusun : Rg. Bagus Warsono
Tahun terbit : April 2014
Dimensi : viii + 63 hlm; 13 x 19 cm
Jenis Cover : Soft Cover
Kategori : Kumpulan Puisi
Harga : Rp 27,500 + ongkir dari Depok
Stok : Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan

JAKARTA Tak Mau Pindah, Penulis



Biodata Penulis
Rg Bagus Warsono (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 29 Agustus 1965; umur 49 tahun) adalah sastrawan Indonesia. Menulis sejak bangku sekolah berupa puisi di Pikiran Rakyatedisi Cirebon, dan sejak tahun (1985) menulis puisi, cerita pendek, cerita anak, dan artikel di berbagai media massa di antara lain Majalah Gentra Pramuka, Bekal Pembina, Mingguan Pelajar, Pikiran Rakyat, Suara Karya, Binakop, Bhinneka Karya Winaya, Suara Guru, dan Suara Daerah. Buku puisinya antara lain Bunyikan Aksara Hatimu (1992),Jangan Jadi sastrawan , Indhi Publishing (2014), Jakarta Tak Mau Pindah (Indhie publishing, Jakarta 2014), Si Bung (Leutikaprio, Yogyakarta 2014), dan Mas Karebet (Sibuku Media, Yogyakarta, 2015). Selain sebagai menyair, dia mendirikan Himpunan Masyarakat Gemar Membaca.
Setamat SPG melanjutkan ke UTPGSD , kemudian ke STAI Salahudin di Jakarta, dan Mengambil Magister STIA Yappan Jakarta. Sambil menjadi Guru , dia menggeluti profesi sebagai jurnalis sejak tahun (1992), reporter Majalah Gentra Pramuka dan Hamdalah (1999), kegiatan reportasi di bawah organisasi profesi Persatuan Wartawan Indonesi (PWI) Cabang jawa Barat dan pengamat sinetron. Kini, Rg Bagus Warsono adalah pengasuh sanggar sastra Meronte Jarring di Indramayu yang didirikan 2011 dan coordinator Himpunan Masyarakat Gemar membaca (HMGM) sejak tahun 1992 yang berpusat di Indramayu. Sejak tahun 2014 dia adalah penggagas antologi Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia yang dikelolanya sejak 2013 untuk mendokumentasikan karya-karya penyair terkini dari seluruh Indonesi, kini telah menerbitkan jilid III yang diterbitkan oleh penerbit Sibuku Media, yogyakarta, tokoh lainnya dalam lumbung puisi adalah Sosiawan Leak, Wardjito Soeharso, Tomas Haryanto Soekiran, Hasan Bisri, BSC, Dyah Styawati, Ahmad RH zaid, dan Ali Arsy. Aktif sebagai penggagas, kurator, editor, sekaligus ikut membidani terbitnya buku Saksi Ibu Melihat Reformasi (2012). Rg Bagus Warsono tercatat kerap menyelenggarakan berbagai lomba baca/cipata puisi dan mengasuh remaja belajar sastra di sanggar Meronte Jaring.
Bibliografi:Bunyikan Aksara Hatimu, Jangan Jadi Sastrawan,Jakarta Tak Mau Pindah,Si Bung,Mas Karebet; Karya bersama: Puisi Menolak Korupsi, Memo untuk Presiden,Tifa Nusantara 1.

Penghargaan:Penulis Cerita Anak Depdikbud 2004

Data Buku

Judul

: Jakarta Tak Mau Pindah

No. ISBN

: 978-602-281-077-3

Penyusun

: Rg. Bagus Warsono

Tahun terbit

: April 2014

Dimensi

: viii + 63 hlm; 13 x 19 cm

Jenis Cover

: Soft Cover

Kategori

: Kumpulan Puisi

Harga

: Rp 27,500 + ongkir dari Depok

Stok

: Order by SMS >> 085773518074 : Nama, Alamat, Judul, Jumlah pesanan



Pengantar Antologi







   Jakarta dengan keadaannya seperti sekarang adalah sebuah khas tersendiri yang dimiliki Jakarta.
Bukan Jakarta kalau tidak demikian. Sehingga menjadi budaya Jakarta yang terkadang  unik dan menarik. Jika ada wacana pindah Ibukota Negara, boleh-boleh saja. Tetapi Jakarta tidak. Tidak untuk selamanya.
   Antologi ini mengetengahkan syair untuk pembaca memahami Jakarta dalam kacamata penyair. Sebuah pesan untuk diapresiasi kita semua. Bagaimana syair dan Jakarta sesungguhnya, tergantung dari apresiasi pembaca semua.
    Harapan penulis semoga pembaca senang membaca dan terhibur hatinya.
                                              Hormat saya,
                                                 Penulis,



Daftar Isi :







1.Dan Dibalik Rumah-rumah Kardus
2.Jakarta Kawah Candradimuka
3.Siang di KRL
4.Jakarta dan Banjir
5. Jakarta dan Macet
6. Jakarta dan Pengemis
7.Jakarta dan Pedagang Kaki Lima
8.Siapa Suruh Datang Jakarta
9. Sampah Jakarta
10.Jakarta 2014
11. Bibawah Jembatan Layang
12. Menanti di Halte Busway
13.Parkir Kawasan
14.Kilometer Taxi
15. Antarkan Aku Ojeg
16. Antrian Bemo di  Stasiun Besar
17. Ada Warteg di Tengah Kota
18.Bebek Goreng di Pinggir Jalan
19.Jamu Gendong Pamitan
20.Aku Kuli Bangunan
21. Sakit di Jakarta
22.Mati di Jakarta
23.Ada petani di Jakarta
24.Nelayan Jakarta
25.Kisah Penduduk Asli Jakarta
26.Tangerang apa Bekasi
27.Lampak  Pasar Baru
28.Biarkan Semrawut
29.Jalan Tol
30.Kisah pedagang besi tua
31. Anak-anak Pemulung
32.Harga Satu Pohon
32.Sarung Betawi
33.Kopyah di Kepala Koruptor
34.Sertifikat 20 m
35.Penjual Serabi
36.Penjual Bandrek
37.Asongan Kopi saset
38.Isi penuh tangki mobil pemadam kebakaran
39. Semalam di Jakarta
40.Hujani Saja Dua Jam Jakarta
41.Puntung Rokok di Asbak Pintu Kantor
42.Jakarta Tak Tenggelam
43.Dolar Sopir Taxi
44.Peta Jakarta
45.Mengurug Tanah Jakarta
46.Raja Kos-kosan
47.Mati Lampu di Jakarta
48.Artis Ibukota
49.Seniman Ibukota
50.Mahasiswa Jakarta
51.Mendemo Pengamen
52.Mencari Orang Hilang di Jakarta
53.Ayam Goreng
54. Kerak Telor
55.Berita Pagi , Sore Ada Lagi.


isi buku







1.Dan Dibalik Rumah-rumah Kardus

Menempel di tembok belakang mall
 asap plastik dibakar
Serta air mendidih dan kopi sasetan
digelas bekas minuman
menghitung berat kertas
Serta plastik tadi siang
Dan besi bekas beton reruntuhan
Menumpuk di rumah-rumah kardus tepian jalan kereta.
Bau sampah menyengat, namun simiskin tidur nyenyak
Dibalik kardus bekas
Di sekitar anak-anak telanjang dada bermain tutup botol
 nenek tua menjemur nasi bekas
Dan dibalik rumah-rumah kardus
menyusup pendatang mencari pekerjaan
Yang datang kemarin malam
Saat bus malam tiba di Pulogadung
Mencoba peruntungan
Jakarta yang penuh ujian.


Rg Bagus Warsono 2014









2.Jakarta Kawah Candradimuka

Tiba di Stasiun Gambir
Panas Jakarta terasa
Debu ribuan kendaraan
Bau ketiak penumpang
Pengemis jalanan
Bocah-bocah Pengamen Uku lele
Berseliweran Jambret dan Copet
Kebakaran pemukiman
Kebanjiran musim tahunan
Sampah menggunung
Tetap ke Jakarta
Candradimuka kehidupan
Walau berteduh di bawah jembatan layang.

Rg Bagus Warsono 2014















3.Siang di KRL

Siang di KRL
Bersama tas bahu
Yang ditegur karena sesak
Dan pintu KRL menjepit tangan-tangan tak sabar
Bergelatung badan kecapaian
Menanti stasiun kedua
Kereta jalan AC bercampur bau badan
Menusuk telinga
Hingga ibu tua  jatuh pingsan
Tangan-tangan sosial membantu sebatas mampu
Kawan yang duduk malah memalingkan muka
Tiba di stasiun kedua
Dari luar masuk seketika
Penumpang berdesak
Ibu tua nafas sesak
Kawan yang duduk malah tambah berdesak
Stasiun terakhir
Penumpang turun
Dan Ibu tua tergeletak
Kini AC bercampur bau mayat.

Rg Bagus Warsono 11-11-2013








4.Jakarta dan Banjir

Cerita klasik sejak tahun 70-an
Budaya yang menempel rutin di koran
Serta acara repot tahunan
Bagi gubernur yang rumahnya kebanjiran
Tak diingat sebagai cerita kelahiran seseorang
Karena Jakarta dan banjir
Teman sepermainan.

Rg Bagus Warsono 2014





















5. Jakarta dan Macet

Untuk sopir-sopir handal
Dengan sim profesional
Putari Jakarta
Selagi tengah malam
Yang tak beda situasi siang

Akupun sulit menyebrang
Dan polisi kejepit badan mobil
Kaca spion berbenturan seperti berjabat tangan
Yang dibuat dengan  plastik pegas
Lecet mobil baru beli kemarin
Mobil derek siaga dijalan
Siapa mogok sebagai santapan
Dibuang di bengkel bengkel nakal
Sekaligus dibesituakan
Derek saja yang macet.

Rg Bagus Warsono 2014












6. Jakarta dan Pengemis

Adalah surga pengemis
Karena receh tak berguna
Dimasa negara kehilangan rupiah
Pengemis menjadi pahlawan
Yang mampu mengurangi pengangguran.

Rg Bagus Warsono 2014























7.Jakarta dan Pedagang Kaki Lima

Menutupi toko madya
Dan kios obat
Dengan tenda darurat
Yang siap kabur jika didamprat
peluit panjang kode penyelamatan
kode khusus kaki lima
Lampak sembarang
Dlebug pakaian atau barang dagangan
Siap angkut atau gulung tikar.

Rg Bagus Warsono 2014



















8.Siapa Suruh Datang Jakarta

Jika tak dapat berlaga
Kembalilah pulang dengan tantangan sebaya
Biarkan Jakarta sendiri
Agar kau bisa nyenyak

Jika tak dapat makan
Segera berkemas benahi diri
Kampung halaman
Yang makmur beras palawija
Kenapa ditinggalkan

Jika tak dapat tempat
Jangan paksakan badan mengecil
Tidur di kolong jebatan layang
Atau panggung bambu tepi sungai
Kembalilah pulang.

Rg Bagus Warsono 2014












9. Sampah Jakarta

Sampah Jakarta
Bukan gelas plastik air mineral
Tapi bayi merah tadi malam
Sampah Jakarta
Bukan kertas pembungkus nasi
Tapi potongan orgam muntilasi
Sampah Jakarta
Pagi ini
Bendera partai dan plastik spanduk yang tak laku dijual
Sampah Jakarta sore ini
Kamera pecah dan sepatu sebuah
Yang terpisah dari pasangannya
Sampah Jakarta bukan sampah dapur ibu memasak.

Rg Bagus Warsono 2014















10.Jakarta 2014

Gelanggang perang
Digelar
Dengan genderang kemenangan
Dan sorak mengelukan petarung pujaan
Serta umbul-umbul
Ronce
Dan  panji kebesaran
Mengibarkan kesatuan mereka
Perang tlah dimulai
Dengan senjata yang  lebih dasyat
Dari bom nuklir
Dan ibu-ibu membunyikan  alat dapur
Yang biasa merajang bumbu dapur
Irus dan panci untuk menanak sayur
Ikut juga berperang
Entah apa diidamkan
Dari perang yang tak berkesudahan
Hanya panggung
Sandiwara lenong Betawi
Dan bubar di tengah malam.

Rg Bagus Warsono 2014








11. Bibawah Jembatan Layang

Di bawah jembatan layang berteduh
Orang-orang urban pencari rizki ibukota
Pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan
gerobak dorong
Sekadar mengusap keringat
Dengan oblong  yang dipakainya
Tampak nenek tua menghitung uang receh
Pengamen kecil menghisap rokok
Pedagang asongan tidur  mendekap dagangan
Botol minuman isi ulang
Dan pedagang gorengan melayani pembeli teman sendiri
Di bawah Jembatan Layang
Dibawah hingar kendaraan
Jakarta nan malang
Dipenuhi orang-orang urban
Mencari rezeki untuk hidup mereka

Rg Bagus Warsono 2014













12. Menanti di Halte Busway

Seakan diburu waktu
Teman sekantor di busway tadi
Meninggalkan aku yang kalah berdesak
Jam tangan malah membingungkan
Busway didepan padat orang
Busway hanya mampir sebentar
menurunkan seorang
Teman memberikan peluang
Ibu tua yang kecapaian
Busway perlahan berjalan meninggalkan
Tatapan kosong penumpang sial

Rg Bagus Warsono 2014
















13.Parkir Kawasan

Di parkir kawasan mobil berjajar
Menghabiskan rupiah berjam-jam
Hanya untuk menunggu majikan
Diparkir kawasan ada ruang
Mobil untuk istirahat
Yang capai menanti kesempatan jalan
Meski perlahan jalan
Macet keterlaluan
Masuk parkir kawasan
Istirahat  mobil si kaya
Nyaris cacat karena macet
Parkir kawasan
Rizki kemacetan.

Rg Bagus Warsono 2014















14.Kilometer Taxi

Taxi
Antarkan aku dalam kilometermu
naikan argonya perkilometer
Agar aku tak diputar-putar jalan
Sementara argomu berjalan meski mobil tak bergerak
Macet di setiap stopan
Taxi
Bukan bus pantura
mengukur jarak
Tapi mengukur kantong-kantong kesasar
Jalanan macet di setiap penyebrangan
Di taxi sopir diam
Dan argometer berkata
Jangan marah bila di Jakarta
Sebab di sini duit berbicara.

Rg Bagus Warsono 2014













15. Antarkan Aku Ojeg

Senyum tukang ojeg menghina Jakarta
Katanya kamu sok metropolitan
Yang penuh slogan
Jakarta
Huh !
Hanya kuli panggul
Yng keberatan dengan beton jembatan layang,

Dia ngacir dengan seorang penupang
Melewati celah-celah keberuntungan
Dengan gagahnya melewati kemacetan
Mata was-was salah jalan
Hampir telat di kantor kementrian.

Rg Bagus Warsono 2014















16. Antrian Bemo di  Stasiun Besar

Antrian bemo di Stasiun Besar
Menunggu tamu Jakarta  turun  kereta
Satu-satu bemo menjemput tuan hendak bertarung nasib
Seperti deru bemo
 khas di tengah bising
Suara nyaring di memasuki lorong kecil
Bukan mesin tua
Pengganti kuda
Sudah dua kereta jawa tiba
Hanya dua yang duduk di belakang roda tiga
Karena ingin mengenal Jakarta
Bemo kedua tiba menjemput tuan
hanya tersenyum
melihat bemper ala vespa
handuk kecil semakin hitam
oleh keringat dan asap teman
Kereta jawa masih jauhkah.

Rg Bagus Warsono 2014











17. Ada Warteg di Tengah Kota

Sarapan  pagi
sisi gedung  sudut  jalan
bukan tanah pribadi
separuh diatas irigasi
atap seng dengan jelaga tebal
menanak nasi
untuk siapa saja di tengah kota
mengganjal perut untuk sehari
oreg,  tempe , tahu
sayur lodeh ala Tegal
mengiringi cerita warga jakarta

Rg Bagus Warsono 2014

















18.Bebek Goreng di Pinggir Jalan

Muncul di sore hari
Dengan tenda kumal
Pancaran neon menerangi sambal
Untuk bebek goreng di pinggir jalan
Dua tiga jam
Hanya tinggal dua potong sayap dan kepala
Dadamentok dan paha
ampela  dipesan sebelum tenda dibuka
tak apa
asal ada lalap daun kemangi muda
Bebek goreng di pinggir jalan
Resto warga Jakarta

Rg Bagus Warsono 2014
















19.Jamu Gendong Pamitan

Langkah gontai  menggendong bakul
Sebilan botol aneka jamu
Temu lawak temu ireng
Sari awan sari rapet
Asem kawak daun asem
Dari kencur hingga sereh
Jeruk mipis kunir jahe
Botol kosong laris manis
Mengobati punggung pekerja
Terkena rematik tulang
Pegal linu sakit pinggang
Di penghujung Ramadhan
Berkah puasa kehidupan
Menabung setahun untuk sebulan
hanya
Ratusan ribu dalam stagen
Untuk pulangh ke Jawa ramai-ramai.

Rg Bagus Warsono 2014











20.Aku Kuli Bangunan

Datang dari Indramayu mendukung Jakarta
Yang tak henti pembangunan
Masih membangun  jembatan layang
Sejak tahun tujuhpuluhan
Masih membangun gedung bertingkat
Sejak Ali Sadikin
Masih membuat jalan
Sejak bernama Batavia
Jakarta tak henti pembangunan
Meberi rizki kuli bangunan.
Rg Bagus Warsono 2014



















21. Sakit di Jakarta

Katakan kepada urban
Jangan sakit di Jakarta
Karena disini tak menerima pasien melarat
Dan klinik bukan plastik dapur yang bisa ditawar
Tak ada dokter desa
Walau praktek di puskesmas
Tak ada rumah sakit rakyat
Walau disebut rumah sakit umum
Tak ada sopir ambulan
Yang menjual bensin mobil kantor seperti di desa
Karena ambulan travel khusus anti macet.
Kami butuh orang kuat
Dan berduit banyak
Bukan kartu yang sehat.
Rg Bagus Warsono 2014















22.Mati di Jakarta

Mati di Jakarta
dengan lebai profesional
mau yang mahal atau yang vip
yang murah dibuang dilautan
bayar setengah tak dimandikan
hanya kafan penutuip ayat
dikuburkan dalam lubang darurat.

Rg Bagus Warsono 2014





















23.Ada petani Jakarta

Ada petani Jakarta
Menanam kemangi dan bayam cabut
Serta dan kangkung jebrol
Tanaman subur
Diatas tanah gembur
Sepetak luas pondasi gedung
Lalu pindah tempat
Tanah urug yang ditinggalkan
Karna sengketa tak berkesudahan
Milik petani Jakarta
Empat puluh hari kerja
Panen daun bawang muda.

Rg Bagus Warsono 2014
















24.Nelayan Jakarta

Orang-orang pinggiran
Tinggal di Muara Gembong
Nelayan Jakarta
Yang mengalah demi Ibukota
Tak menuntut pantai
tak menuntut pasar
Orang orang berjiwa besar
Semakin jauh di pantai Karawang
Dengan bahasa betawi
Engkong, dan Nyak
Yang membuat gesek ikan
Memberi makan tanah leluhurnya.

Rg Bagus Warsono 2014
















25.Kisah Penduduk Asli Jakarta

Yang bertahan dengan gaya betawi lama
Rumah prisma dengan ruang tamu separuh bangunan
Maklumlah keluarga besar
Dan kursi lenong dua pasang
Agar semua duduk memandang keluar
Sambil ngeteh manis
Di muk besar
Engkong ,dan enyak  menunggu waktu
Digusur hingga perbatasan
Kini sudah di  Karawan
tak capai memindah  meja bundar
hanya bale besar
sebagai kursi tamu dan tempat tidur.

Rg Bagus Warsono 2014















26.Tangerang apa Bekasi

Untuk ekspansi
Tangerang apa Bekasi
Jangan menolak
Karena Jakarta membagi rezeki
Mall dan took swalayan
Kantor dan pabrik
Agar tak jauh ibukota
Sebagai rezeki untuk tetangga Jakarta.

Rg Bagus Warsono 2014




















27.Lampak  Pasar Baru

Lampak di pasar baru
Yang dibeli dari seorang preman
Pemilik kekuasaan
Kaki lima dan sepanjang trotoar
Dua meter ukuran
Dan bias menambah empat meter kedepan
Hingga menutup jalan.
Rg Bagus Warsono 2014






















28.Biarkan Semrawut

Biarkan semrawut
Untuk menandai jakarta
Untuk modal cerita
Biarkan semrawut
Untuk bahan diskusi
Dan anggaran tahun depan
Sebagai pekerjaan penelitian
Biarkan semrawut
Lambang ibukota sibuk
Tak mengenal siang dan malam
Biarkan semrawut
Agar tetap tidak tidur.
Rg Bagus Warsono 2014

















29.Jalan Tol

Kenapa menyediakan jalan untuk si kaya
Sedang jalanku tertutup rintang duri
Serta pentungan karet menakutkan
Karna tak berpakaian wajar
Serta bau badan
Memanjakan sikaya dengan semilyar untuk satu penyangga jalan layang
Beton bertulang
Sedang jalanku kecil seukuran badan
Gang sempit yang terjepit gedung tuan
Menancap tiang beton
Menahan beban jalan layang
Untuk memberi kesan
Jakarta yang metroipolitan


Rg Bagus Warsono 2014













30.Kisah pedagang besi tua

Dengan tibangan ditera bulan kemarin
Karena tak mau spekulasi
Biar lama asal pasti
Bangkai mobil atau sepeda motor
Rongsokan pagar kantor dibongkar
Atau besi beton reruntuhan
Semua dipilah menjadi bagian
Mahal dan murah
Bagi bandar pemulung besar
Yang menanti pemulung
Siap dengan uang.

Rg Bagus Warsono 2014

















31. Anak-anak Pemulung

Anak-anak pemulung
Umur belasan
Dengan karung dibahu
Dan rongsokan plastik pilihan
Menelusuri kantor perumahan
Pasar dan terminal
Dengan besi caduk khas pemulung
Menelusuri Jakarta
Mengisi Jakarta
Membersihkan Jakarta
Sampah pilihan

Rg Bagus Warsono 2014

















32.Harga Satu Pohon

Harga satu pohon mahoni di Jakarta
Ongkos tanam dan ongkos tebang
Dan daun-daun berantakan
Mengotori jalan dan pekarangan tetangga
Lalu menyuruh tukang sapu
Dan mobil pengangkut sampah
Masih ada akar yang belum terbuang
Ini bagian tukang gali lubang
Pohon kemudian ditanam
Dipelihara dan disiram
Pagi sore
Semakin besar
Membuat  asri angkuhnya bangunan
Lalu ditebang.
Rg Bagus Warsono 2014




























33.Kopyah di Kepala Koruptor

Menutup rambut uban
Dan ketombe debu jalan
Atau botak karena tak terkena sinar matahari
Ada disebunyikan rupiah dilempitan
Kopyah tuan.

Rg Bagus Warsono 2014























34.Sertifikat 20 m

Brosur indah tawarkan rumah-rumah murah
Dengan tipe kecil
Untuk orang kecil
Kecil-kecil
Hanya ada kamar kecil
Dan kamar serbaguna
Dapur, tidur, dan tamu
Dengan sertifikat kecil
Yang nyangkol di bank-bank kecil.

Rg Bagus Warsono 2014



















35.Penjual Serabi

Bi Sarjem asal Indramayu
Penjual serabi di Pasar Minggu
Buka fajar dini
Hangat oleh api pawon
Sehangat mandi di  hotel Indonesia
Menyediakan sarapan pagi
dengan cetakan teratur
se-irus adonan beras kelapa
dengan tembikar tujuh
satu angkatan serabi pertama
untuk tuan pelindung Bi Sarjem
sebagai pajak lampak
Setiap hari satu angkatan serabi
Sebagai sarapan pagi
Dengan suka hati
Asalkan dagang jangan berhenti
Serabi berhenti di jam sembilan pagi
Adonan habis serabi laris
Bi Sarjem penjual serabi
Sahabat Jakarta
Dikenal siapa saja
Mulai kuli panggul sampai mahasiswa
Khas tradisional di kota modern
Tanpa pengawet
Serabi untuk sarapan pagi ibukota.

Rg Bagus Warsono 2014



36.Penjual Bandrek

Malam dingin gerimis di rumah susun
Sepi disinari lampu jalan
Mendekat gerobak dorong pulang
Penjual bandrek keliling
Dengan api masih membara
Dari pawon arang panci pemanas air
Sementara mangkal di bawah tiang lampu jalan
Memejamkan mata sesaat
Beberapa orang kedinginan mendekat
Bandrek dituang uap melayang
Memberi tenaga teman yang bertarung
Peruntungan di Jakarta
Rezki tak mengenal waktu
tengah malam buta.

Rg Bagus Warsono 2014














37.Asongan Kopi saset

Menelusuri jalan
Sepanjang gedung
Sekuat kaki
Dengan sepeda dan empat termos air
Menanti pembeli
Yang ingin hemat di Jakarta
Susu, kopi, the tubruk
Dalam saset bermerk warna-warni
Tuan minum apa?
Semua slalu ada
Rg Bagus Warsono 2014



















38. Isi penuh tangki mobil pemadam kebakaran

Aku perintahkan isi slalu tangki pemadam kebakaran
Dengan air comberan
Agar api cepat padam
Dimana kebakaran
Dan parit menjadi lancar
Lalu semprotkan pada rumah yang belum terbakar
Dan api takut bau comberan
Sebab api  berpindah tempat setiap waktu
Jika bara tak dipadamkan
Api melompat tanpa sebab
Karena angin panas merasa sesak
Sampai gedung dewan terhormat
Yang menginginkan sejuk rimbun dan lebat
Dari abu rumah kebakaran
Sepanjang bantaran sungai.
Isi penuh tangki pemadam kebakaran
Dengan sirine panjang
Menuju rumah-rumah tanpa majikan
 terbakar dulu lalu pengakuan
rumah atau gudang
Aku belum terkena comberan
Mobil pemadam tadi siang
Yang membunuh api di perempatan,
Isi penuh lagi tangki pemadam
Dengan air comberan.

Rg Bagus Warsono 2014



39.Semalam di Jakarta

Hati bangga akan ibukota
Yang sibuk sepanjang waktu
Hingga jam rusak karena batu baterai melembung
Dan sorot jutaan lampu mobil di jalan
Serta bising mesin tua
Menambah cerita semalam Jakarta
Menjadi novel tak berkesudahan
Tamat cerita sesudah mandi  pagi.

Rg Bagus Warsono 2014




















40.Hujani Saja Dua  Jam Jakarta

Terik membuat debu bertebaran bercampur
Asap rokok yang mengepul dari sopir yang tiada henti .
Dan puntung-puntung rokok menyumpal lubang air menuju selokan.
Dan tangan-tangan yang mencintai kebersihan sembunyi-sembunyi membuang sapah di saluran pembuangan sambil mata kesana-kemari
Karena takut ditegur malu. Kemudian ibu-ibu membuang sampah di sungai malam hari agar tak merepotkan petugas kebersihan.
Pemulung pun mengobrak-abrik bak sampah mencari sesuatu.
Hingga sampah berterbangan sampai taman-taman.
Dan Petugas kebersihan merasa capai, daun kering  hanya dikumpulkan di sudut  jalan yang tak kelihatan.
Karena upah tak seimbang memikul beban berat dan bau sampah.
Lalu truk angkutan sampah telat datang dan hanya lewat di bak sampah besar.
Katanya, baru saja pagi diambil.
Hujani saja dua jam Jakarta
Air menggenang jalanan menjadi sungai.

Rg Bagus Warsono 2014






41.Puntung Rokok di Asbak Pintu Kantor

Puntung Rokok di Asbak Pintu Kantor
lebih separuh batang
karna tak boleh santai sejenak
mengeluarkan asap
membunuh bara dengan  kasar
meotong batang panjang
rokok kretek bapak
dan filter nyonya-nyonya.

Rg Bagus Warsono 2014




















42.Jakarta Tak Tenggelam

Tenggelamkan Jakarta dengan air laut Jawa
Perahu nelayan berlabuh
Dan kapal muat bersandar di dermaga
Keseberang pulau
Jika Jakarta lautan
Tak ada yang bilang Jakarta kebanjiran.

Rg Bagus Warsono 2014






















43.Dolar Sopir Taxi

Ada dolar di sopir taxi
Dari pribumi bukan turis tempo hari
Yang turun dari bandara
Lupa membawa rupiah
Argo melayang menghitung jalan
Dengan rupiah dolanan
Dolar diterima sopir taxi tertawa
Mau duit macam mana
Tak ada meteran argo bohong
Karena mesin cermat
Seperti sopir taxi kita
Mereka,
Mengira Indonesia cerdas.

Rg Bagus Warsono 2014















44.Peta Jakarta

Peta Jakarta dibuat setiap tahun
Skala kecil di atas meja
Lalu diberi tanda
Agar peta berganti nama
Peta Jakarta dipajang di dinding Kelurahan
Lalu diberi lingkaran
telah berganti nama
Peta Jakarta dicetak ulang
Sampai ke sekolah dasar
Anak-anak menunjuk tempat rumah mereka
Dalam peta
Sudah tak ada .
Rg Bagus Warsono 2014

















45.Mengurug Tanah Jakarta

Dengan pasir kali
dantruk yang konvoy malam hari
Agar tanah menjadi tinggi
Atau lantai gedung terisi
Mengurug tanah Jakarta setinggi bukit gunung
Sepanjang tahun
Sehingga pemukiman, gedung, kantor  bersaing
Meninggikan lantai Jakarta.

Rg Bagus Warsono 2014




















46.Raja Kos-kosan

Bang Jali juragan kos-kosan
Katanya memberi tumpangan para urban
Dengan biaya standar
Kamarnya semakin banyak
Bukan karena membangun lahan
Hanya menyekat ruang
Menjadi dua kamar
Raja Kos kosan
Tersenyum di akhir bulan
Yang tak bayar silahkan pulang
Karena diganti orang yang tiba tadi malam
Raja kos-kosan
Membuat kamar ditingkat
Agar duit berlipat.

Rg Bagus Warsono 2014














47. Mati Lampu di Jakarta

Gelap
Dari  di rumah-rumah keluarga miskin
dengan pulsa sisa
dan penerangan jalan umum
hanya hiasan taman semata
serta lampu-lampu pedagang tenda
bebek goreng menunggu terang tiba
warung  segan mebuka pintu
yang ada hanya terang korek api
dan asap rokok memutih di kegelapan
Ketika  berteriak mati lampu
Jakarta tersenyum
katanya
Siapa bisa matikan lampu Jakarta
Karena mall dan kantor tetap nyala
Listrik cadangan mengalir seketika
Untuk jakarta
Ketika berteriak mati lampu
Rumah orang-orang hina

Rg Bagus Warsono 2014









48.Artis Ibukota

Palingkan muka untuk Jakarta
Untuk apa
Percuma
Namun mata tetap melirik
Karena ada yang menarik
Hati , cita, dan cinta
Akan sejarah bangsa
Bila kalian di Jakarta
dikenang  di hati pemirsa
sepanjang masa.
Rg Bagus Warsono 2014



















49.Seniman Ibukota

Yang mangkal di jalan-jalan
Belum ada nasi hari ini
Dan heh manis sarapan pagi
Sehingga pagi sampai matahari berdiri
Kawan datang mebawa nasi bungkus
Karena tak tega makan sendiri
Bangun tapi lupa mandi
Sore hari tak ada pembeli
Atau tamu mampir di kios
Sekadar membagi rejeki
Karena sebetulnya tak suka seni
Hanya iba kepada insan seni
Rg Bagus Warsono 2014

















50.Mahasiswa Jakarta

Mahasiswa Jakarta hanya di latar-latar
Gedung pemerintah
Dengan jaket almamater murah
Sebagai kapus ilmiah
Jas sobek, baju rowak-rawek
Oleh tangan-tangan mengejar
Sepatu jebol dan topi kotor
Terinjak derap satpam
Menjadi pengalaman ilmiah
Dengan nilai A
Dan mereka membuat angkatan
Sebagai kebanggaan dan modal
Untuk berlaga kemudian

Rg Bagus Warsono 2014















51.Mendemo Pengamen

Agar menyanyikan lagu nasional
Yang jarang dinyanyikan di sekolah negeri
Karena bu guru dan pak guru lupa
Notasi angka
Pengamen lebih mengena
Mengisi suara dimana-mana
Celah waktu stopan
Antara halte bus kota
Peron kereta listrik
Makan di kaki lima
Sepanjang jalan macet
Yuk mendemo pengamen
Agar menyanyikan lagu jiwa
Karakter bangsa kita

Rg Bagus Warsono 2014














52.Mencari Orang Hilang di Jakarta

Mencari orang  di lapangan rumput
Dengan batret berbatu enam
Kecoa, jangkrik , cacing dan kelabang
Sampai ular besar
Orang dicari  tak  ditemukan
Lalu kita bertanya pada lalu lalang
Hanya mengangguk
Dan menghilang
Lalu melapor pada aparat
Katanya,
Nah ini orang hilangnya ketemu.
Dimana?
Kamu?

Rg Bagus Warsono 2014
















53.Ayam Goreng

Dari peternak yang mana
Ayam goreng hari ini
Dan bumbu Jakarta ala Lamongan
Yang diramu orang Tegal
Ayam goreng Jakarta
Lalap kemangi daun muda
Kebun petani Losari
Di tanah kebun yang baru dipondasi
Ayam goreng hari ini
Dan kulit jeruk sambal di mangkuk cuci tangan
Dari pasar swalayan
Untuk ayam goreng Jakarta hari ini
Bau bahan pengawet
Karena dikirim dari luar negeri
Ayam goreng hari ini
Dibilang ayam kampung negeri.

Rg Bagus Warsono 2014











54. Kerak Telor

Jakarta dan Kerak telor
Seperti makanan anak kecil
Menjadi budaya
Jakarta
Menunggu kapan
Menunggu kerak telor
Diangkat dari penggorengan
Lalu ditelan
Tanpa sisa
Dan
Kembali adonan kerak telor
Menunggu gosong sesisi
Lalu diibalik sisi lain
dan menjadi budaya
kerak telor.
Rg Bagus Warsono 2014














55.Berita Pagi , Sore Ada Lagi

Canda pagi ibu-ibu
Di gerobak sayur
Tragedi malam di berita pagi
Aneka raut mendengar sajian actual
Mulut belum mandi
Hanya ekspresi sementara
Sampai masak selesai
Sore terdengar berita
Tragedy gerobak sayur
Lalu ibu tersenyum
Agar malam bisa tidur
Dan berita pagi
seperti
Sarapan setiap hari.
Rg Bagus Warsono 2014






56.Sarung Betawi

Untuk apa sarung betawi
Menghias celana panjang
Hanya menandakan
Separuh tradisional
Yang tak mau tinggalkan
Budaya luhur si Jampang
Sarung betawi sebagai hiasan
Lambang priyayi berpendidikan
Sehingga dilicin rapih
Dengan lempitan menawan
Dijepit sabuk jawara
Sebagai Sarung betawi.

Rg Bagus Warsono 2014